Pramono Mengaku Tak Bisa Tidur Usai Kalah dari Arema dan Dikritik Urusi Persija
Setelah kalah dari Arema, Pramono mengungkapkan perasaannya yang mengganggu tidurnya. Kekalahan tersebut bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga berkaitan dengan kritik tajam yang ia terima dari masyarakat. Banyak orang menilai bahwa keterlibatannya dalam urusan Persija, salah satu klub sepakbola paling ikonik di Indonesia, terlalu berlebihan. Namun, bagi Pramono, ada alasan mendalam di balik komitmennya tersebut.
Keterlibatan Pramono dalam Persija
Sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar dalam dunia sepakbola Jakarta, Pramono menyadari betul tanggung jawab yang diembannya. Ia percaya bahwa Persija bukan hanya sekadar klub, tetapi juga bagian integral dari identitas Jakarta. Dalam pandangannya, setiap tim sepakbola memiliki karakter dan sejarah yang berkontribusi pada kebanggaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, keterlibatannya dalam urusan Persija bukanlah sekadar hobi, melainkan panggilan untuk menjaga warisan budaya yang telah ada selama berpuluh-puluh tahun.
Menghadapi Kritik
Kritik yang diterima Pramono bukanlah hal baru. Setiap kali tim mengalami kekalahan, sorotan tajam dari publik menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun, Pramono berusaha untuk tetap tenang dan konstruktif dalam menghadapi segala masukan. Ia menganggap kritik sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap tim. “Saya tidak bisa mengabaikan suara-suara ini, karena mereka adalah pendukung setia kami,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Pramono juga mengungkapkan bahwa kritik yang datang bukan hanya membuatnya merasa tertekan, tetapi juga memotivasi untuk berbenah. “Setiap kekalahan adalah pelajaran. Saya berusaha untuk memperbaiki diri dan tim agar ke depannya bisa tampil lebih baik,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun banyak yang meragukan, Pramono tetap berkomitmen untuk membangun Persija ke arah yang lebih baik.
Makna Persija bagi Jakarta
Bagi banyak orang Jakarta, Persija adalah lebih dari sekadar tim sepakbola. Klub ini menjadi simbol kebanggaan, identitas, dan harapan bagi masyarakat. Sejarah panjang Persija yang telah mengukir banyak prestasi menjadi alasan mengapa banyak orang merasa terhubung secara emosional. Pramono menyadari bahwa kehadiran Persija di tengah masyarakat menyimpan nilai-nilai yang harus dijaga.
“Ketika Persija menang, seluruh Jakarta merayakan. Namun, ketika kami kalah, itu juga dirasakan oleh semua orang,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa sepakbola bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga jalinan sosial yang mengikat masyarakat Jakarta.
Mengelola Harapan
Mengelola harapan para penggemar adalah tantangan tersendiri. Pramono menyadari bahwa setiap kali pertandingan berlangsung, ada ekspektasi tinggi dari pendukung. Ia berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi harapan tersebut, meski terkadang hasil tidak selalu sesuai harapan. “Saya ingin semua orang tahu bahwa kami berusaha keras. Kami mendengarkan masukan dan berusaha untuk tumbuh dari setiap pengalaman,” ucapnya.
Insight Praktis
Dari pengalaman Pramono, ada beberapa hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Pertama, mendengarkan kritik dengan sikap terbuka adalah langkah penting untuk berkembang. Setiap masukan bisa menjadi pendorong untuk mencapai hasil yang lebih baik. Kedua, memiliki rasa tanggung jawab terhadap identitas dan kultur di sekitar kita memberikan makna dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Ketiga, pentingnya membangun hubungan yang baik dengan komunitas, karena dukungan mereka adalah sumber kekuatan dalam setiap perjalanan.
Kesimpulan
Pramono mengakui bahwa tidak mudah menjalani peran sebagai sosok yang terlibat langsung di dalam dunia sepakbola Jakarta, terutama saat menghadapi kritik. Namun, ia percaya bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Dengan komitmen yang kuat terhadap Persija dan masyarakat Jakarta, Pramono tetap berusaha untuk membawa timnya ke arah yang lebih baik. Dalam perjalanan ini, kita semua bisa belajar bahwa tantangan, kritik, dan harapan masyarakat adalah bagian dari proses yang membentuk identitas kita.
➡️ Baca Juga: Mengenal Metaverse dan Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia
➡️ Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa dengan Playlist Musik Menenangkan
